Jumat, 04 Januari 2013

Kisah Penderitaan Khabbab bin Al-Arat R.a.


   Khabbab bin Al- Arat r.a. adalah seorang sahabat yang tubuhnya dipenuhi keberkahan, kerana berbagai ujian dan penderitaan di jalan Allah swt yang telah dialaminya. Pada masa awal Islam, dia masuk Islam ketika baru ada lima hingga enam orang yang menerima Islam, sehingga cukup lama ia bergelut dengan penderitaan. Ia pernah dipakaikan baju besi lalu dibaringkan di bawah terik matahari yang sangat panas. Keringat bercucuran ditubuhnya. Begitu lama dia diseksa di bawah terik matahari, sehingga daging punggungnya mengelupas kerana panas. Ia adalah hamba sahaya milik seorang wanita. Ketika tuannya mengetahui bahwa ia sering menjumpai Rasulullah saw, maka tuannya menghukumnya dengan menusukkan batang besi ke kepala Khabab r.a.

   Pada masa Khalifah Umar Bin khathtab r.a., Umar r.a. meminta khabbab r.a. menceritakan kembali penderitaannya dahulu pada awal Islam. Khabbab r.a. berkata, lihatlah punggung ku ini, begitu Umar r.a melihat punggungnya, ia berseru, Belum pernah ku lihat punggung seperti ini, Khabbab r.a berkata, ” Aku diseret di atas timbunan bara api yang menyala sehingga lemak dara yang mengalir dari punggungku memadamkan apinya.”
   Setelah Islam berjaya dan pintu- pintu kemenangan telah banyak diraih, Khabbab r.a. menangis, ”Jangan-jangan Allah telah membalas penderitaan kita. Aku khawatir balasan ini hanya di dunia. : Khabbab r.a. meriwayatkan ” Suatu ketika, Nabi saw, solat lama sekali, tidak seperti biasanya. Lalu ada seorang sahabat yang bertanya tentang solatnya itu. Jawab Nabi saw, ini adalah solat yang penuh harap dan takut. Aku mengajukan tiga permintaan kepada Allah swt, dua telah dikabulkan, dan satunya ditolak. Aku bermohon agar umatku tidak dimusnahkan kerana kelaparan, doa ini dikabulkan. Kedua, aku meminta agar umatku tidak dikuasai oleh musuh yang akan menghancurkannya sama sekali dan doa inipun dikabulkan- Nya. Yang ketiga aku meminta, agar tidak ada pertingkaian diantara umatku, tetapi doa ini tidak dikabulkan-Nya.

   Khabbab r.a. wafat pada usia 37 tahun. Dia adalah sahabat yang pertama kali dikuburkan di Kufah. Setelah wafatnya, Ali. R.a. pernah melewati kuburanya dan berkata, ” Semoga Allah swt merahmati khabbab, dengan semangatnya ia telah memeluk Islam, dan ia rela menghabiskan waktunya untuk hijrah, jihad dan menerima segala penderitaan serta musibah. Penuh berkahlah orang yang selalu mengingat hari kiamat dan selalu bersiap- siap menerima kitab amalnya pada hari hisab. Dan ia menjalani kehidupan ini dengan menerima apa adanya, dan ia membuat Redha Tuhannya.
Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Info Blog

Arsip Blog

Pengikut

Copyright © 2012. ZayInfo - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by Blog Bamz